• 22

    Oct

    Menghargai Orang yang Bicara

    Hargailah orang yang berbicara, jangan jadikan diri anda dibenci teman gara-gara kalimat “Terus mesti bilang WOW gitu”. Baca Juga: Antara Harapan dan Masukan Untuk PLN Video Musik Indonesia (VMI)
  • 27

    Sep

    Beberapa Penyelesaian Masalah Tawuran Antar Pelajar (versi saya)

    Tawuran Antar Pelajar Seringnya terjadi tawuran antar pelajar di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, terutama di Jakarta yang sudah memakan korban jiwa yang sia-sia. Lalu apa yang dilakukan pemerintah..??? Selama ini hanya KOORDINASI dan KOORDINASI tapi mana IMPLEMENTASI-nya…??? Saya rasa Pemerintah juga khususnya para Petinggi bisa dijadikan contoh juga, apakah beliau yang ada di gedung MPR/DPR tersebut bisa menahan emosinya..??? Apakah juga bisa menjaga perkataannya..??? Pemerintah juga, khususnya bidang Pendidikan, Sosial, dan Keamanan turut andil dalam hal ini. Apakah mereka yang tertangkap saat Tawuran ada hukuman khusus..??? Paling “banter” hanya di beritahu pada Orang Tua, kepala dicukur gundul saja. Tapi dengan cara itu saya yakin tidak akan membuat je
  • 25

    Sep

    Banggalah Menggunakan Bahasa Indonesia

    Bahasa Indonesia Kemarin pas lihat acara di Tv PAS Mantab milik TRANS7 dalam episode “Go To Melbourne” ternyata di Universitas disana (Australia) terdapat mata kuliah BAHASA INDONESIA. Sedikit rasa bangga saya tumbuh saat mengetahuinya, maklum saya orang yang selalu telat akan info-info. Ternyata Bahasa Indonesia juga di ajarkan di Universitas di Amerika. Berikut ini beberapa Universitas di Amerika yang mengajarkan Bahasa Indonesia: UCLA (University of California-Los Angeles) Arizona State University Cornell University Northern Illinois University Ohio University University of British Columbia Universitas California-Berkeley University of Hawaii Universitas Michigan University of Washington University of Wisconsin-Madison Yale
  • 22

    Sep

    Fenomena Kalimat "Harus bilang WOW gitu....???"

    Harus kita akuin tentang kalimat diatas sudah sangat populer, mungkin terlalu sering kita mendengar sebelum akhirnya digunakan oleh sebuah Operator Seluler untuk digunakan dalam iklannya. Menurut saya kalimat tersebut malah mengundang seseorang untuk ribut, berantem atau saling membenci karena dalam kandungan kata tersebut (menurut saya) merupakan sebuah tantangan semacam; “terus mau lo apa…???” Yah mungkin hanya perasaan saya aja, tapi sebakinya dalam bertutur kata pun kita harus bisa mengontrol. Tepat seperti sebuah pepatah: “Mulutmu adalah Harimaumu.” Berhati-hatilah dalam berbicara, pikirkan efek setelah mengeluarkan sebuah kata, terutama saat marah. Kontrol emosi merupakan tindakan tepat sekali. Maaf jika opini saya ini berkenan.. Salam…. Art
  • 5

    Aug

    1 Pertanyaan Untuk Bang Rhoma Irama tentang Khotbah SARA-nya

    Dalam khotbahnya Bang Rhoma Irama mengatakan kurang lebihnya demikian: “Larangan bagi umat Islam untuk memilih pemimpin yang beragama tidak Islam. Jika umat Islam memilih pemimpin yang kafir maka mereka akan menjadi musuh Allah” Kemudian saat di konfirmasi beliau pun mengatakan demikian: “Saya menyampaikan firman Allah di rumah Allah. Apakah hal itu salah? Saya hanya menyampaikan kebenaran” Tentang berita di atas selengkapnya bisa dibaca disini: Rhoma Irama: Saya Tidak Takut Dipanggil Panwaslu Kemudian saya bertanya dalam hati tentang makna isi khutbah tersebut: 1. Kenapa mengambil tema tersebut dalam khotbah (saat menjelang pilgub)…??? 2. Apa benar “orang” yang dimaksud Bang Rhoma itu Non Muslim…??? 3. Apa salahnya seorang Non Muslim m
  • 30

    May

    Kontroversi Rok Mini "Dimata Lelaki"

    Soal rok mini ini memang menggelitik dan tak pernah habis. Saya sendiri di dalam dilema yang besar. Alasannya, pertama karena saya laki-laki. Kedua, karena saya belum pernah memakai rok mini. Sebagai orang berpendidikan, saya khawatir perspektif saya terhadap rok mini ini menjadi sangat subyektif, dipenuh asumsi, dan ngawur. Tapi sebenarnya saya selalu ingin mengajukan pertanyaan kepada setiap pengguna rok mini atau celana super pendek di area publik demi mendapat sudut pandang yang obyektif dari si pemakai agar saya tidak salah sangka: 1. “Mbak-mbak, boleh tau apakah dengan rok mini yang mbak pakai itu, saya atau kami boleh menikmati paha mbak?” 2. “Kalau boleh, apakah mbak memang sengaja agar kami melihatnya? atau malah risih kalau kami melihatnya?” 3. &
  • 7

    May

    Marissa Haque dengan Pabrik Blog-nya

    (image by tribunnews) Hati ini tak tertahankan untuk menuliskan apa yang jadi perasaan saya kali ini, saat membaca tulisan diblognya mbak Marissa Haque (tau khan, yang istrinya mas Ikang Fawzi) yang beralamat di marissa-haque-ipb.blogspot.com. Saya menilai dari seluruh postingan itu hanya “membanggakan diri sendiri”, yah yang sebagai Doktor lah, Hajah lah, Berjiwa Besar lah, dll, dll.. Ditelusur kebawah lagi pada bagian The Blog Links, terlihat link blog yang sudah dibuat padahal banyak buanget, dan itu isinya hanya menceritakan diri sendiri, sebagai diary dari keluarga Marissa Haque. Yah memang itu hak mereka untuk menulis apapun di blog mereka, tapi apakah berguna atau malah bisa jadi “sampah diinternet” saja? Jujur saya mengatakan lebih berkualitas blognya
  • 25

    Apr

    Antara Kewajiban dan Beban

    Setiap orang memang mempunyai kewajiban, dan kewajiban itu ada yang sama, juga ada yang berbeda-beda tiap orangnya. Kewajiban yang sama di tiap orang adalah dalam menjalankan perintah agamanya. Kalo Islam ya Sholat, Puasa, dan lainnya. Sedang kewajiban Umat agama lain pasti berbeda. Nah begitu juga kewajiban tiap orangnya. Berikut ini ada sebuah percakapan disebuah forum di facebook yang intinya "semua orang punya kewajiban dan kewajiban jangan dijadikan beban". Kalimat itu memang benar, tapi apakah "kewajiban" yang dimaksud dari sudut pandang si pembicara tersebut? Apakah yang dimaksud "kewajiban" seseorang yang cuman satu-satunya dalam keluarga yang mencari nafkah, yang harus menghidupi seluruh keluarga yang dicintainya merupakan suatu "beban"?
  • 7

    Mar

    Jika Syetan Mulai Menggugat

    Beberapa waktu lalu saya nemu sebuah komik strip disebuah Forum. Komik ini dibuat oleh mas Aji Prasetyo. Sebuah Komik Strip yang menyinggung tentang Syetan dengan hak patennya yaitu kejahatan dan nafsunya. Isi komik ini sebenarnya bisa dijadikan bahan renungan untuk kita, sekuat apakah kita menahan Nafsu ajakan Syetan. Semua itu diungkapkan lewat sebuah gambar sehingga tidak terlampau menggurui atau menghakimi kita. Bisa dijadikan bahan introspeksi diri kita sendiri. Buat mas Aji Prasetyo, terima kasih komiknya, maaf sebelumnya jika komik ini saya publish di blog saya tanpa ijin dari beliaunya. Berikut ini komik hasil karya mas Aji Prasetyo dengan judul SYETAN MENGGUGAT. Semoga setelah kita melihat komik di atas, kita bisa mengambil hikmah yang ada, selalu waspada te
  • 25

    Jan

    Pesan Untuk Para SUAMI

    To : Untuk para SUAMI dimana saja… 1. Kakek berkata, hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu. 2. jika marah boleh tidak berbicara dengan istrimu, tapi jgn bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya) 3. jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istri mu tidak bahagia maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Maka sayangi istrimu agar dia bahagia dan engkau akan merasa seperti di surga. 4. besar atau kecil gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan. Dengan begitu maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang. 5. 2 org yg tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk bert
- Next

Author

Herry Rachman
@imherry
me on www.siomponk.com

Follow Me