• Today is Thursday, May 23, 2013

44 Responses to “Beberapa Penyelesaian Masalah Tawuran Antar Pelajar (versi saya)”

  1. KG says:

    wah gila tuh tauran mulu

  2. ssipp,,bener banget,,saat ini bukan hanya ucapan dan kata-kata,,tapi action yang di butuhkan,,,
    saya setuju bang dengan penghilangan ospek dan adanya hukuman pelayanan masyarakat…

  3. ie says:

    mungkin hukuman yang pantas untuk membuat jera dan tobat….tuh,..

  4. christi says:

    Kalo pendapat saya, perbanyak guru-guru BP di sekolah2, jangan cuma 1! Kan anak-anak yang bermasalah itu banyak lho, makanya setiap sekolah wajib punya beberapa guru BP. Guru BP inilah yg mengkonseling siswa-siswa bermasalah, bekerja sama dengan orang tua siswa dan guru. Jadi, siswa-siswa yg bermasalah itu bisa curhat tentang masalah mereka. Seharusnya memang curhat ke orang tua,tapi orang tuanya sibuk kerja. Nah di sinilah pangkal persoalannya. Mereka ingin DIDENGAR (kegalauan hati mereka), mereka ingin DIMENGERTI, mereka ingin DITERIMA di lingkungan mereka. Kalo ini semua mereka peroleh, saya yakin anak yang bermasalah akan mendapatkan solusinya dan dengan demikian karakter mereka akan bertumbuh ke arah yang benar yang pada akhirnya tawuran akan tereliminasi.

  5. wahyu_mukti says:

    yg terbukti tawuran dikeluarkan dari sekolah

  6. kw says:

    mungkin mereka itu mati gaya, malas pulang karena di rumah tak ada orang tua…. :)

  7. saleha says:

    ikut Rohis adalah solusi agar pelajar terjaga akhlak dan sikapnya, sehingga jauh dari pikiran2 dan aktifitas2 tidak bermanfaat seperti tawuran

  8. danis says:

    stujuuuu!

  9. sependapat,,, pelayanan masyarakat jauh lebih berguna

  10. wijayalabs says:

    Tawuran akan hilang bila ada kerjasama dari semua pihak. Mereka yang tawuran sering kali bingung menjawab kenapa mereka bisa menjadi seperti itu. Alasannya, karena soladiritas dengan temannya yg satu sekolah. Ketika sekolah mereka diserbu oleh sekolah lain, tentu harus mempertahankan diri.

    Tapi bukan itu inti maslahnya. Kurangnya pendidikan agama dalam keluarga menjadi sesuatu yg harus dipikirkan oleh para orang tua dan guru.

    Rasanya saya harus berkata, bahwa tenaga anak muda itu besar, dan kalau tidak disalurkan akan berakibat negatif seperti tawuran. Solusi paling efektif adalah menambah kegiatan-kegiatan positif di lingkungan rumah dan sekolah seperti main bola, ikut ekskul, dan la masih banyak lainnya.

    salam
    Omjay

  11. juarno says:

    saya berpendapat jadi siswa baru mulai ajaran baru yg akan datang jangan ada lagi mos lagi. sebagi panggantinya diberikan pendidikan budi pekerti moralnya yg di gembleng.agar sekolahan panggil ustat yg kompeten yg bisa dimengerti siswa.jadi sekolah tidak sia sia sebagai orang tua menyekolahkan anak agar pinter yg bermoral yg punya budi pekerti. anak sekolah sekarang tuh badit apa pelajar.kalau begitu siapa yg salah kalau sudah terjadi korban siapa yg bertanggong jawab. bagaimana semua warga masyarakat bantu polisi untuk menghalau pelajar yg hendak tawuran kalau perlu digebukin rame2.oke ya ha ha ha

  12. juarno says:

    okelah kalau begitu sekali lagi kami menghimbau kusus kepada sekolahan sekolan dan dinas pendidikan. agar ajaran baru siswa nanti tidak ada lagi MOS tp kegiatan tersebut diganti pendidikan budi pekerti bangunlah moralnya benahi aklaqnya caoln siswa2 yg nakal.tambah jam pelajaran agama jangan hanya mengandalkan guru agama yg hanya memberikan pelajaran teori dan teori panggil ustat yg ahli membenahi aklaq agar siswa tersebut mengerti tujuan sekolah. katanya sekolah moralnya bejat percuma tuh. sekolah kok bawa bawa clurit. yg hobinya tawuran tantangi suruh perang aja.

  13. juarno says:

    ya om tp kasihan yg gak ikut tawuran jg jadi sasaran. biasanya gak pandang, tahu itu murid dari sekolahan A.jalan sendiri misal main serang aja, kan kasihan mati sia sia ditangan bandit ajaran.yg penting sekarang jangan ada lagi pelajar tawuran bikin resah orang tua dan jg pengguna jalan umum. ini PR bagi semua pihak yg terkait tentang pelajar tawuran. agar betul2 jera dan tidak ada tawuran lagi. trims

  14. sella says:

    ane setuju aje ame yg pade komen semoga anak-anak kite menjadi anak yg berguna buat kedue orang tuanye ame negara.amin

  15. Bejo says:

    Setuju dengan pelayanan masyarakat. Kita kan tahu Jakarta itu penuh dengan sampah dijalanan dan di sungai-sungai. Daripada bayar orang dikorupsi lebih baik pelajar yang tawuran dihukum dengan pelayanan ke masyarakat untuk pungutin sampah selama 1 tahun. Klo 10 orang tiap jalanan kan lumayan Jakarta bersih, 10 orang satu sungai kan bersih juga lama-lama. Ga perlu dikorupsi sama penjahat berseragam. Semoga pemimpin Jakarta/ Pemerintah memberikan pelajaran kepada generasi muda.

  16. orbansyah says:

    Semoga masalah tawuran ini, bisa dihentikan agar Indonesia semakin dihargai dimata dunia, dan yg paling penting tidak membuat orangtua, dan warga lainya resah….

  17. budaya tawuran pelajar harus di berantas…

  18. jcak jok says:

    para pelajar yang suka tawuran, diikutkan wamil aja. :D
    di kotaku malang, dulu juga sering tawuran. tapi sekarang pendidikan tentara udah mulai masuk ke SMP dan SMU saat ospek. jadi saat ospek, yang ng-ospek-i itu tentara, para kakak kelas mereka hanya bersifat mendampingi aja.

  19. Ini benar benar sudah termasuk penyakit kehidupan sosial bermasyarakat yang kronis!

    ini bukan waktunya siapa menyalahkan siapa, siapa yang benar siapa yang salah, lengkap dengan hanya teori ini itu.

    ini waktunya SEMUA PIHAK bertindak tegas dengan satu kata!

    dan karena saya orang bodo, saya hanya bisa berdoa semoga cepat ada jalan keluarnya … uh

  20. Herannya lagi…
    Mendiknas kok tega2nya ya nanya ke AD (pelaku pembunuh Denny), \Puas Mas sudah membunuh…?\ dan dia terbengong2 ketika mendapat jawaban dari AD \ Puas Pak\
    Menteri Pendidikan kok gak punya empati sama ssekali ya… ?*^*%&%*@@*?!!!!

  21. ici says:

    setuju pelajaran budi pekerti di ajarkan lagi dan jam pelajaran agama ko cuma 2 jam. kuikulum hrs dibenahi oleh pemerintah jml mata pelajaran terlalu banyak tapi tidak menjurus dan mendalam ini hanya buat ank2 skul stres. hayo yg ber wenang di bidang kurikulum kaji lebih mendalam tentang kurikulum sekolah yg benar dan efektif. juga DPR klo studi banding kenapa tdk mempeljari kurikulum skul di bidang pendidikan tuk kepentingan anak2 bangsa.

  22. indra80 says:

    Para generasi muda harus dididik yang baik dan benar, sebab mereka kelaklah yang akan meneruskan bangsa ini.

  23. fikribasalamah says:

    siip bener tuh…

  24. Gamh says:

    Kurikulum juga dipermudah, agar setiap pelajar tidak STRESS saat sekolah.
    Teori dikurangin, Praktek diperbanyak … biar sekolah itu menjadi “menarik” tidak lagi “membenani” buat seluruh pelajar

  25. purnomosidhi says:

    OSPEK kadang menjadi ajang memlonco orang. Kebiasaan hipokrit dalam OSPEK memang melestarikan senioritas “Siapa elo, siapa gue” yaang harusnya OSPEk dijadikan sarana untuk mentoring. Kedisiplinan itu baik. Tapi bila dasarnya bukan penumbuhan kesadaran tetapi bersifat hanya menekan maka akan memotifasi orang untuk menekan dan keras terhadap orang lain. Yang tertekan akan menekan yang lain. Saatnya mulai stop dan membenahi hal-hal yang merangsang kekerasan.

  26. Dolphin S says:

    Hanya sekedar urun rembug,

    Pada dasarnya kita juga perlu kaji masalah VISI dan MISI dari masing2 sekolah. Adanya Visi dan Misi sekolah kadang kala menjadikan sebuah sekolah sebagai ajang ketenaran sehingga membuat para anggotanya meng-exclusive-kan diri. hal ini yang kami sinyalir menjadi salah satu pemicu dari adanya Tawuran pelajar.

    Usulan yang kami ajukan adalah cara seleksi masuk sekolah yang perlu dikaji ulang. Biasanya sekolah akan memberikan pagar pertamanya adalah NEM dari Ebtanas. namun apabila kita berpikir bila seleksi siswa untuk dapat bergabung ke sebuah sekolah adalah jarak rumah tinggal mis. radius 7 KM dari lokasi sekolah, maka
    1. Kemungkinan siswa bersinggungan dengan siswa sekolah lain akan mengecil.
    2. Dengan lokasi sekolah dekat dengan tempat tinggal, maka pengawasan tidak hanya oleh para guru, namun akan meluas kepada masyarakat sekitar.
    3. Penambahan pengadaan ektrakulikuler dari sekolah akan lebih dimungkinkan, dengan adanya Ekskul yang menarik minat siswa, ditambah dengan jarak Rumah Tinggal yang tidak terlalu jauh, memudahkan para peserta untuk bergabung.
    4. Madol/Bolos sekolah juga makin tereliminir, karena pengawasan dari Sekolah dan masyarakat lebih mudah terlaksana.
    5. Kalau pun masih terjadi tawuran, merupakan anggota masyarakat sekitar, yang dapat membantu melerai adalah masyarakat sekitar juga. Sehingga pelaku tawuran pun akan lebih mudah dikenal karena masyarakat juga dapat mengidentifikasi secara lebih mudah.

    Demikian usulan kami

    Dolphin S

  27. yap…saya setuju sama mas bro….lebih baik kegiatan OSPEK di setiap sekolah itu di hentikan,,,karen hanya membuang2 waktu saja… OSPEK yg tadinya untuk melatih kedisiplinan malah di jadikan alas dendam oleh para senior…untuk itu OSPEK harus di hentikan,, ganti kegiatannya sama yang lebih berguna N bermanfaat bagi generasi muda kita…

  28. Mampir mas..
    kalau menurut saya ini hanyalah oknum yang tidak bertanggung jawab..

    OSPEK itu juga berguna bagi siswa untuk meningkatkan kwalitas dari diri masing-masing siswa seperti fisik , mental DLL, hasilnya? dari sana juga dapat terlihat kemampuan siswa yang bervariasi..

    Kalau OSPEK dianggap negatif, itu kembali kepada diri masing masing…heheh nice share

  29. orang tua banting tulang cari makan, cari biaya buat anaknya sekolah biar jadi orang berguna.
    ini malah tawuran .bener-bener dah ,,

  30. kalo saya bilang sih ospek itu tidak perlu dihilangkan,,, yang perlu dihilangkan itu hanya kegiatan dalam ospek yang sama sekali tidak ada nilai gunanya

  31. setuju banget mas bro
    indonesia maju trus

    salam kenal sob..??

    jangan lupa mampir ke blog saya

  32. setuju banget nih, pelayanan masyarakat sangat berperngaruh sekali dalam masalah ini.
    lanjut gan :)

  33. ancaman penjara aja biar kapok

  34. yah… semoga dengan adanya artikel ini bisa mewujudkan dalam mengurangi angka tawuran di Indonesia

  35. mudah-mudahan kenakalan remaja seperti tawuran ini bisa diminimalisir ke depannya

  36. kenapa scihh tauran harus terjadi >???
    malah ada korban jiwa dari maslah ini . sungguh tidak bermoral , harusnya ada rasa saling menghargai antar pelajar ,. :)
    semoga hal seperti ini tidak pernah terjadilagi ..:)

  37. saya sangat setuju kalo untuk mengatasi itu lebih baik dengan pelayanan masyarakat memang

  38. katanya terpelajar tapi kelakuan ngegedein tawuran …. ironis

  39. buat apa sekolah kalo untuk tawuran!!!!

  40. Forex-jobs says:

    Ospek diisi dengan kegiatan bermnafaat a.l seminar motivasi, seminar entepreuner dll. Adakan lomba-lomba yang melibatkan banyak pelajar

  41. betul juga gan saya dukung dengan cara ke 2 dan ke 3 , budaya tauran harus di hilangkan,,,,

  42. yusepahmad says:

    jangan lupa ajari anak berprilaku baik kalo mau berangkat sekolah, orang tua cuek perasaan anak jadi hampa

  43. maslah twuran terjadi krena pkain olahraga,gntilah pkaian olahraga dngan pkaian bla diri tanpa lambang skolah

    dri saya orng bodo

Leave a Reply