BASIYO Legenda Lawak Yang Terlupakan

12 Sep 2012

Basiyo [Dagelan Mataram]
Basiyo [Dagelan Mataram]

Siapa sih yang tak kenal dengan grup lawak SRIMULAT, WARKOP DKI, BAGITO…??? Mereka dianggap sebagai The Legend Lawak Indonesia. Tapi tahukah anda sebelum mereka tersebut sudah ada sang Legenda Lawak lainnya. Mungkin tidak semua orang mengenal sosok beliau, dia adalah Bapak BASIYO.

Basiyo terkenal dengan lawakan yang banyak orang mengistilahkan dengan “Dagelan Mataram”. Dagelan Mataram (Yogyakarta) adalah jenis lawakan yang kemudian dipakai oleh Ibu Sri Mulat, untuk pergelaran kelilingnya (1940-an) yang kemudian dijadikan maskot pertunjukannya yang kemudian dikenal bernama Srimulat (Surabaya).

Karena itu, pemain Srimulat pada awal-awalnya adalah pelawak dari Yogyakarta. Dialog dalam lawakan Dagelan Mataram menggunakan Bahasa Jawa sebagaimana yang kemudian juga dipakai oleh Basiyo. Sebagian “sparing partner” dalam lawakannya di antaranya: Darsono, Arjo Gepeng, Suparmi, dan Sugiyem, istrinya sendiri serta teman – temannya yang lain. Kebanyakan, mereka adalah karyawan RRI Nusantara II Yogyakarta, sebagaimana kebanyakan dari mereka ditampung oleh Pemerintah waktu itu. Di antara karya – karya Basiyo misalnya: mBecak, Degan Wasiat, Kapusan, Kibir Kejungkir, Maling Kontrang-kantring, Gathutkaca Gandrung, Besanan, dan masih beberapa lagi lainnya, semuanya mencapai lebih dari 100-an judul.

—-
Basiyo adalah seorang pelawak dari Yogyakarta dengan menggunakan bahasa Jawa. Lawakan Basiyo menjadi terkenal di daerah Jawa Tengah melalui siaran radio, televisi (TVRI), dan berbagai rekaman. Lawakannya sering disebut sebagai Dagelan Mataram, sesuai dengan nama acaranya di RRI Yogyakarta.

Dalam melawak, ia biasa bersama-sama dengan Sudarsono, Hardjo Gepeng, Suparmi, Pujiyem, Ngabdul, Atmo Kemin, istrinya sendiri (Bu Basiyo), serta teman - temannya yang lain. Kebanyakan, mereka adalah karyawan RRI Nusantara II Yogyakarta, sebagaimana kebanyakan dari mereka ditampung oleh pemerintah waktu itu.

Ia bukan hanya pelawak, melainkan juga berhasil memopulerkan jenis gending “Pangkur Jenggleng“, yakni, cara menyanyi (nembang) Jawa yang bisa diselingi dengan lawakan, tanpa kehilangan irama dari tembang yang sedang dibawakan. Cara memukul gamelan pun, tidak lazim, karena lebih mengandalkan kendang sebagai iringan utama untuk akhirnya pada ketukan (birama) terakhir dipakai sebagai waktu untuk memukul semua alat musik perkusi (terutama saron) sekeras-kerasnya. Meski menggunakan bahasa Jawa dan “produk lama”, nama Basiyo muncul kembali.

Basiyo acap berkolaborasi dengan nama-nama seniman kondang pada dunia dan masanya, seperti Bagong Kussudihardjo, Ki Nartosabdo, Nyi Tjondrolukito, dan lain-lain. Beberapa pengagumnya, seperti budayawan Umar Kayam, pelukis Affandi.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Basiyo
—–

Mungkin saja pelawak-pelawak jaman sekarang seperti SULE, ANDRE, PARTO, atau bahkan INDRO WARKOP tidak mengenal beliau.

Jadi menurut saya beliau ini (Pak Basiyo) benar-benar The Legend Lawak Indonesia. Menurut anda gimana…????
Untuk anda yang mau mendengarkan lawakan Pak Basiyo, anda bisa Download Dagelan Mataram Basiyo disini: http://www.siomponk.com/2012/09/download-dagelan-mataram-basiyo.html

Mari kita ikut menjaga budaya bangsa, jika bukan kita siapa lagi…????


TAGS Basiyo Review Dagelan Dagelan Mataram Legend Lawak Info Download Download Dagelan Mataram Download Dagelan Basiyo Budaya Pangkur Jenggleng


-

Author

Herry Rachman
@imherry
me on www.siomponk.com

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive